(Pasang iklan Mobil 2 tahun atau sampai laku cuma Rp 200.000,-.)


Mengapa memasang iklan di MobilRaya.com ?

Ribuan pencari Mobil setiap hari, datang dari Google dan Yahoo.
Iklan ditayangkan 2 tahun atau sampai laku. Bandingkan dengan iklan di koran atau web lainnya.
Bisa ubah harga, spesifikasi, photo, meskipun iklan sedang ditayangkan.
Pasang photo resolusi tinggi, maksimal 6 photo.
Customer support online 7 hari seminggu.
Katalog properti terbesar, karena data kami berumur hingga 2 tahun.
Fitur pencarian tercepat dan akurat.

Catatan: Pembayaran melalui transfer ( ATM /Tunai /Net-Banking /M-Banking ) ke salah satu bank berikut : BCA, MANDIRI, BNI, BRI. Pembayaran juga bisa dilakukan dari bank lain yang mendukung transfer ke bank tersebut diatas.

Jika Anda mendaftar iklan melalui link di bawah ini:

http://www.mobilraya.com/?mitra=lambang

»»  BACA SELENGKAPNYA...

Sms Gratistititis...Tanpa Batas ke Semua Operator





»»  BACA SELENGKAPNYA...

(Pasang iklan Rumah 2 tahun atau sampai laku cuma Rp 200.000,-.)

Mengapa memasang iklan di RumahRaya.com ?

  • Ribuan pencari properti di RumahRaya setiap hari, datang dari Google dan Yahoo.
  • Iklan ditayangkan 2 tahun atau sampai laku. Bandingkan dengan iklan di koran atau web lainnya.
  • Bisa ubah harga, spesifikasi, photo, meskipun iklan sedang ditayangkan.
  • Pasang photo resolusi tinggi, maksimal 6 photo.
  • Customer support online 7 hari seminggu.
  • Katalog properti terbesar, karena data kami berumur hingga 2 tahun.
  • Fitur pencarian tercepat dan akurat.
Catatan: Pembayaran melalui transfer ( ATM /Tunai /Net-Banking /M-Banking ) ke salah satu bank berikut : BCA, MANDIRI, BNI, BRI. Pembayaran juga bisa dilakukan dari bank lain yang mendukung transfer ke bank tersebut diatas.

Jika Anda mendaftar iklan melalui link di bawah ini:

http://www.rumahraya.com/?mitra=lambang

maka Anda cukup membayar Rp 100.000 saja, dan anda akan menghemat uang Anda.



»»  BACA SELENGKAPNYA...

Empat Sifat Manusia

Yang pertama, adalah golongan Sanguinis, “Yang Populer”. Mereka ini cenderung ingin populer, ingin disenangi oleh orang lain. Hidupnya penuh dengan bunga warna-warni. Mereka senang sekali bicara tanpa bisa dihentikan. Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia tiba-tiba menangis tersedu-sedu.

Namun orang-orang sanguinis ini sedikit agak pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir “pendek” dan hidupnya serba tak beratur. Jika suatu kali anda lihat meja kerja pegawai anda cenderung berantakan, agaknya bisa jadi ia sanguinis. Kemungkinan besar ia pun kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji, apalagi bikin planning dan rencana. Namun kalau disuruh melakukan sesuatu, ia akan dengan cepat mengiyakannya dan terlihat sepertinya hal itu akan ia lakukan. Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia pasti tak melakukan apapun juga, lupa.

Lain lagi dengan tipe kedua, golongan melankolis, “Yang Sempurna”. Agak berseberangan dengan sang sanguinis. Cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam (lebih banyak diam). Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankolis cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang telah ia pikirkan secara mendalam.

Orang melankolis selalu ingin serba sempurna. Segala sesuatu ingin teratur. Karena itu jangan heran jika balita anda yang melankolis tak akan bisa tidur hanya gara-gara selimut yang membentangi tubuhnya belum tertata rapi. Dan jangan pula coba-coba mengubah isi lemari yang telah disusun istri melankolis anda, sebab betul-betul ia tata dengan rapi sekali, sehingga warnanya, jenisnya, klasifikasi pemakaiannya sudah ia perhitungkan dengan rapi. Ia akan dongkol sekali kalau susunan itu tiba-tiba berubah.

Ketiga, manusia Koleris, “Yang Kuat”. Mereka ini suka sekali mengatur orang, suka tunjuk-tunjuk dan perintah-perintah orang. Ia tak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan tamu pun bisa saja ia perintah melakukan sesuatu hal untuknya. Akibat sifatnya yang bossy seperti itu, membuat koleris tak punya banyak teman. Orang-orang berusaha menghindar, menjauh agar tak jadi “korban” karakternya yang suka “ngatur” dan tak mau kalah.

Orang koleris senang dengan tantangan, suka petualangan. Mereka punya kepribadian yang agak sombong dan merasa, “hanya sayalah yang bisa menyelesaikan segalanya”. Karena itu mereka memiliki “goal oriented”, sangat tegas, kuat, cepat dan tangkas dalam mengerjakan sesuatu.

Baginya tak ada istilah tidak mungkin. Seorang wanita koleris sangat mau dan berani menaiki tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. Kalau ia sudah kobarkan semangat “pastilah dilakukannya” maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, tak mudah pula mengalah.

Hal ini berbeda sekali dengan jenis keempat, sang Plagmatis seseorang yang memiliki sifat “Cinta Damai”. Kelompok ini tak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri tidak menyukai. Baginya kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Ia rela sakit, asalkan masalahnya cepat selesai.

Kaum plagmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin. Cenderung diam, kalem, kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan. Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda. Kalau anda melihat ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus-menerus, bisa jadi para pendengar yang berkerumun itu orang-orang plagmatis. Sedang yang bicara tentu saja sang Sanguinis.

Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para plagmatis ini. Ibarat seperti keledai, “kalau didorong malah ngambek, tapi kalau dibiarin nggak jalan”. Jadi jika anda punya staf atau pegawai plagmatis, anda harus rajin memotivasinya sampai ia termotivasi sendiri oleh dirinya.


»»  BACA SELENGKAPNYA...

Manajemen Waktu, Kunci Utama Mencapai Sukses

Betapa seringnya kita mendengar pepatah yang mengatakan 'Waktu Adalah Uang. Tapi sebenarnya berapa banyak diantara kita yang benar-benar dapat memanfaatkan waktu yang kita miliki dengan sebaik-baiknya? Sebenarnya, jika Anda ingin mengatur kehidupan Anda dan membuatnya menyenangkan, sebagai permulaan yang Anda butuhkan adalah mengatur waktu Anda. Tak perlu dipertanyakan lagi, pengaturan waktu yang efektif merupakan hal mendasar untuk lingkup berbagai wilayah kehidupan. Pada kenyataannya, seringkali terdapat perbedaan antara pencapai kehidupan sejati dan orang-orang yang, meski sibuk, tak pernah sampai pada titik dimanapun.

Tak mengejutkan kalau dalam seluruhan industri pengaturan waktu jadi sebuah kebutuhan. Tapi jika Anda meninjau lebih dalam, Anda akan dapat melihat bahwa sebenarnya pengaturan waktu tak jauh beda dengan manajeman diri. Karena pada kenyataanya, Anda tak dapat mengatur waktu, tapi Anda dapat mengatur diri sendiri dan apa yang Anda lakukan dalam setiap kesempatan.

Kebanyakan ahli sepakat bahwa sukses merupakan hasil dari kebiasaan. Oleh sebab itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperlancar bagaimana Anda menggunkan waktu, yakni dimulai dengan kebiasaan Anda (kontrol diri). Dan kebiasaan ini dimulai sebagai pembuatan keputusan secara sadar.

Sekali Anda bisa, seterusnya kebiasaan bagus ini jadi hal alami. Dalam banyak kasus, sukses bukan dihasilkan dari hal yang tak biasa, tapi lebih sebagai hasil dari kemampuan seseorang untuk 'menguasai keduniawian'. Dengan konsisten menampilkan seluruh tugas penting yang belum sempurna, sejalan dengan waktu aktivitas ini akan berubah jadi pencapaian besar.Berikut beberapa aturan sederhana yang dapat diikuti untuk melakukan pengaturan waktu yang lebih baik:

- Jangan Menangguhkan. Lakukan saat ini juga. Saat orang menunda sesuatu, itu berarti membunuh daya gerak pencapaian pada tujuan saat ini dan menghalangi kesempatan di masa mendatang lantaran waktu yang tersumbat. Cara untuk mencegah penundaan adalah dengan merancang deadline untuk tujuan yang harus dicapai. Menghindari deadline terakhir membawa penundaan yang diatur tujuan sebagai perantara untuk mencapai setingkat demi setingkat menuju tujuan.

- Lacak Aktivitas Anda. Memori adalah penuntun yang payah, jika ini berhubungan dengan menetapkan bagaimana Anda melewatkan waktu Anda. Cara terbaik untuk merekam aktivitas Anda sepanjang hari adalah dengan mendata apa yang Anda lakukan. Kebanyakan orang akan menemukan kalau mereka memiliki tiga jam dalam tiap hari yang sebenarnya dapat digunakan untuk hal yang lebih membangun atau tindakan yang efisiean. Kurangi waktu yang Anda gunakan untuk bertelepon, membolak-balik majalah atau surfing di web yang tak mengahasilkan apapun, dan batasi kegiatan-kegiatan yang tak penting.

- Berkonsentrasi Pada Hasil. Banyak orang melewatkan waktu mereka sepanjang hari dengan aktivitas yang hiruk-pikuk, tapi hanya sedikit membuahkan hasil. Itu semua terjadi karena mereka tak berkonsentrasi pada hal yang benar. Jangan terkecoh antara bekerja secara efisien dan bekerja secara efektif. Aktivitas dapat memang kadang dapat membebaskan dari tekanan tapi itu tak mencapai tujuan Anda. Dengan lebih berkonsentrasi pada sedikit preoritas 'utama' secara teratur. Anda dapat mencapai lebih banyak hal dalam waktu singkat.

- Ingat Prisip 80/20. 20% kunci aktivitas Anda akan memberi Anda 80% dalam bentuk hasil. Tujuan Anda adalah mengubah ini untuk memastikan kalau Anda berkonsentrasi sebanyak usaha yang mungkin Anda lakukan untuk hasil tertinggi dari tujuan.

- Gunakan Waktu Perjalanan Dengan Bijaksana. Sangat mudah untuk mengabaikan waktu yang dilakukan untuk menempuh perjalanan dalam penafsiran manajeman waktu. Pertimbangkan dengan hati-hati apakah ini merupakan waktu yang sesuai dimana Anda dapat juga menggunakannya secara lebih produktif. Sebagai contoh, jika Anda memilih naik bus atau kereta untuk menuju tempat kerja, apakah ini menyediakan kesempatan untuk membuat penggunaan waktu Anda jadi lebih baik? Atau jika Anda nyetir sendiri, apa Anda bisa mendengarkan rekaman pendidikan atau motivasional yang dapat membuat Anda memperbaiki ketrampilan dan lebih produktif?

- Bangun Rancangan Aksi. Sebuah rencana tindakan merupakan daftar pendek dari tugas yang harus dilengkapi untuk mencapai sebuah tujuan. Ini beda dengan To Do list dimana fokus utmanya adalah pencapaian tujuan, (dan langkah untuk mencapainya secara spesifik) dari pada hanya membuat tujuan untuk dicapai dalam periode waktu. Kapanpun Anda ingin mencapai sesuatu, buat gambaran gambalng dari rencana tindakan, ini akan memberi Anda kesempatan untuk lebih berkonsentrasi pada tahap pencapaian itu, dan memonitor kemajuannya dalam perwujudan.

- Merespon Dengan Cepat. Sebagai contoh, urus mail Anda begitu Anda menerima surat. Jangan biarkan tagihan dan surat-surat itu membebani Anda. Jika Anda tak bisa membalas sebuah surat saat itu juga, buat file di tempat khusus yang mudah dilihat, dan tuliskan di amplop tindakan yang dibutuhkan serta tanggal dimana Anda dapat menyelesaikannya.Ketika memungkinkan, lakukan tindakan pada hari yang sama saat Anda menerimanya. Jangan biarkan komputer, meja dan pikiran Anda jadi bertumpuk dengan hal yang tak berguna.

- Bersikap Tegas. Belajarlah berkata tidak pada orang lain. Waktu Anda sangat berharga. Jadi jangan biarkan orang lain menentukan atau memanfaatkan Anda untuk kepentingan rencana mereka. Batasi gangguan sebisa mungkin. Tutup pintu Anda, matikan nada dering telepon atau minta dengan terus terang agar Anda tidak diganggu.

- Jadwalkan Waktu Untuk Bersantai. Saat Anda mengatur waktu dan bisnis Anda, pastikan untuk menyisihkan saat untuk bersantai.

Tugas pertama Anda untuk dapat mengatur waktu dengan lebih baik adalah membuat mendaftar seberapa banyak waktu yang Anda buang sia-sia selama sehari, dari sana atur ulang aktivitas Anda untuk melakukan yang lebih maksimal dalam setiap menit. Lebih dari segalanya, berpegangteguhlah pada rencana Anda. Jadwal yang Anda buat hanya dapat terlaksana dengan benar hanya jika Anda keukeh dengan itu. Nah, dengan mengikuti tips ini kami harap Anda akan memiliki lebih banyak ruang untuk melakukan hal-hal yang ingin Anda capai dalam hidup Anda. (artb/erl)
KapanLagi.com -


»»  BACA SELENGKAPNYA...

Belajar Mengatur Waktu dari Sang Adib Peraih Nobel

JIKA waktu sedemikian penting bagi manusia, lalu apa yang sudah diperbuat di waktu luangnya? Semua punya cara sendiri, tapi adakah waktu yang dilaluinya itu membuahkan manfaat atau sebaliknya hilang sia-sia?

Hidup adalah sehimpun waktu yang sambung-menyambung dan terus maju. Sedikit lengah, apalagi menyia-nyiakannya, waktu akan menghukum kita. Tak kuat menahan hukuman akibat ulah sendiri, kita pun cuma bisa menyesali kenapa segalanya berjalan dengan cepat. Kasep, mungkin ini istilah yang cocok bagi siapa pun yang meratapi kenapa dulu waktu luangnya lewat tanpa makna.

Daripada kasep, saya ingin berbagi cerita tentang sosok yang sangat disiplin mengatur waktunya. Sengaja saya menjadikan Naguib Mahfouz sebagai contoh dalam hal ini. Ia adalah sastrawan besar Mesir yang namanya disebut dengan takzim. Ia menjadi tokoh besar karena karya-karyanya. Pada puncaknya adalah saat Mahfouz dihadiahi Nobel Sastra pada 1988.

Untuk itu saya tertarik belajar dari Mahfouz bagaimana cara dia mengatur waktunya. Dalam artikel yang ditulis Mohammed An-Naghimasy di situs www.awwsat.com edisi 8 Januari 2010, saya mafhum dari uraian singkat itu bagaimana Sang Adib dengan disiplin memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Meskipun separoh harinya digunakan untuk bekerja sebagai pegawai negeri, tapi dengan kedisiplinan waktunya, Mahfouz tetap eksis menghasilkan karya-karya bermutu.

Kedisiplinan itu pernah diceritakan oleh Jamal El-Gheithani, kawan dekat Mahfouz. Pada saat El-Gheithani hendak menjemput Mahfouz dengan mobil karena akan menghadiri suatu acara, Mahfouz berpesan, “Jam enam kurang lima menit aku tunggu. Lalu kita berangkat dari rumah jam enam tepat!” El-Gheithani paham kebiasaan Mahfouz yang sangat disiplin. Bahkan dia hapal betul kebiasaan Mahfouz saat berkumpul bersama sahabat-sahabatnya di kafe yang cuma menyediakan waktunya selama dua jam. “Dua jam tepat dia berada di kafe!” kata El-Ghaithani. Lalu seperti biasa Mahfouz langsung pulang ke rumah.

Kita tahu, Mahfouz produktif menghasilkan karya. Sejumlah novel dan cerpen telah lahir dari tangannya. Tentu kita bertanya-tanya bagaimana Mahfouz membagi waktunya untuk menulis—sebuah aktivitas yang tak bisa lepas dari kehidupannya.

Artikel itu menjelaskan bahwa cuma tiga jam Mahfouz menulis, dan setelah lewat tiga jam dia langsung berhenti, menyetop penanya bekerja. Bahkan saking disiplinnya ada yang mengatakan, Mahfouz tidak akan menyempurnakan antara “jar dan majrur” jika waktu yang sedianya tiga jam untuk menulis telah habis. Mengutip artikel itu, secara umum dikatakan bahwa Mahfouz membagi waktunya demikian: Sabtu digunakan untuk bersama-sama keluarganya; Ahad hingga Rabu digunakan untuk menulis selama tiga jam, serta dipakai untuk membaca; Kamis dan Jumat adalah waktu untuk menemui teman-temannya, mengunjungi kerabatnya, dan waktu untuk istirahat.

Gambaran ini menjelaskan bahwa Mahfouz tidak semata-mata tenggelam dan asyik dengan dunianya sendiri yaitu membaca dan menulis. Ia juga memperhatikan bagaimana urusan keluarga dan interaksinya dengan orang lain. Ia juga tak melupakan kondisi fisiknya dengan memberikan jatah istirahat yang cukup. Bahkan pernah beberapa bulan selama musim gugur Mahfouz sempat berhenti berkarya karena ingin menikmati liburan bersama keluarga.

Sampai usia tuanya, Mahfouz tetap konsisten tak mau melewatkan waktunya hilang sia-sia. Pada saat daya pengelihatannya melemah, dia selalu meminta sekretarisnya untuk membacakan koran di hadapannya. Tentang hal ini ada cerita menarik. Mahfouz pernah meminjamkan kacamatanya yang tebal dan besar itu kepada si sekretaris saat lupa membawa kacamata. Tampaknya Mahfouz tak ingin waktunya sia-sia hanya gara-gara kacamata. Maka si sekretaris tetap melanjutkan membaca koran di hadapan Mahfouz dengan kacamata pinjaman.

Demikian kisah Mahfouz yang sangat disiplin dan menghargai waktu. Kisah ini saya tulis untuk nasehat diri saya. Semoga saya bisa meneladaninya.[http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/06/belajar-mengatur-waktu-dari-sang-adib-peraih-nobel/]

»»  BACA SELENGKAPNYA...